Tempat Wisata KAB. SERANG, BANTEN

Vihara Avalokitesvara Banten

Vihara Avalokitesvara Banten: Menelusuri Jejak Sejarah dan Toleransi di Tanah Para Sultan Di balik kemegahan situs-situs bersejarah di kawasan Banten Lama, ber...

D
Kurasi Redaksi DISEKITAR 25 September 2026 · 2 min baca

Kartu Story Media Sosial (9:16)

Siap diunduh untuk Instagram Story & WA Status

Menyiapkan gambar kartu...
Format: 1080×1920 HD · Tanpa Beban Server

Sematkan di Website Anda

Tampilkan ulasan kurasi resmi DISEKITAR di blog atau situs resmi bisnis Anda

Live Preview:
Salin Kode HTML: Tempel di WordPress, Webflow, atau HTML
Tautan resmi & aman (dofollow backlink)
Bagikan:

Vihara Avalokitesvara Banten: Menelusuri Jejak Sejarah dan Toleransi di Tanah Para Sultan

Di balik kemegahan situs-situs bersejarah di kawasan Banten Lama, berdiri sebuah bangunan bernilai sejarah tinggi yang menjadi bukti nyata kuatnya toleransi antarumat beragama sejak abad ke-16. Vihara Avalokitesvara Banten, salah satu vihara tertua di Indonesia, bukan sekadar tempat ibadah melainkan destinasi wisata sejarah dan budaya yang memikat bagi para pelancong yang berkunjung ke Kabupaten Serang.

Tentang Vihara Avalokitesvara Banten

Didirikan sekitar tahun 1542, Vihara Avalokitesvara erat kaitannya dengan figur Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dan penguasa Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin. Tradisi lisan dan catatan sejarah menyebutkan bahwa vihara ini dibangun untuk mengakomodasi peribadatan masyarakat keturunan Tionghoa serta rombongan Putri Ong Tin Nyo dari Tiongkok yang kemudian dipersunting oleh Sunan Gunung Jati.

Secara arsitektur, kelenteng yang juga dikenal dengan nama Kelenteng Tri Dharma ini menampilkan perpaduan gaya bangunan Tionghoa klasik dengan sentuhan lokal. Ornamen naga merah yang khas, lampion yang menggantung anggun, serta tiang-tiang penyangga yang kokoh memberikan nuansa magis sekaligus menenangkan. Tempat ibadah ini dipersembahkan utama kepada Dewi Kwan Im (Avalokitesvara), sosok dewi welas asih dalam tradisi Buddha Mahayana.

Fasilitas di Area Vihara

Sebagai destinasi wisata religi dan sejarah yang telah dikelola dengan baik, Vihara Avalokitesvara menyediakan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung, di antaranya:

  • Altar dan Ruang Doa Utama: Area sakral tempat umat melakukan peribadatan yang dihiasi patung Dewi Kwan Im dan beragam patung dewa-dewi lainnya.
  • Relief Sejarah dan Ornamen Antik: Ukiran relief pada dinding kelenteng yang menceritakan kisah-kisah legenda Tiongkok dan keharmonisan Kerajaan Banten.
  • Area Parkir yang Luas: Memadahi untuk kendaraan pribadi roda dua, roda empat, hingga bus pariwisata.
  • Fasilitas Umum: Toilet bersih, area istirahat berbumbung, dan tempat penjualan perlengkapan ibadah atau donasi.
  • Kios Suvenir dan Kuliner Lokal: Berada di luar area vihara, menjual makanan khas Banten serta pernak-pernik kenang-kenangan.

Lokasi dan Aksesibilitas

Vihara Avalokitesvara berlokasi di Desa Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, Banten. Posisinya sangat strategis karena berada dalam satu kawasan situs cagar budaya Banten Lama, hanya berjarak sekitar 500 meter dari Benteng Speelwijk dan beberapa kilometer dari Masjid Agung Banten.

Akses menuju lokasi terbilang mudah. Dari pusat Kota Serang, perjalanan darat memakan waktu sekitar 20–30 menit menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jalur yang dilalui sudah teraspal mulus dengan penunjuk jalan yang jelas menuju Kompleks Kawasan Wisata Banten Lama.

Harga Tiket dan Informasi Praktis

Untuk memasuki kawasan Vihara Avalokitesvara, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk resmi (gratis), namun pengunjung menyumbang secara sukarela untuk pemeliharaan area tempat ibadah. Bagi yang membawa kendaraan, hanya perlu membayar tarif parkir standar kawasan setempat.

Informasi Praktis untuk Pengunjung:

  • Jam Operasional: Setiap hari pukul 07.00 – 17.00 WIB.
  • Etika Berkunjung: Mengingat ini adalah tempat ibadah aktif, pengunjung diimbau berpakaian sopan, tidak gaduh, dan selalu meminta izin sebelum mengambil foto umat yang sedang berdoa.
  • Waktu Terbaik: Pagi hari untuk suasana yang lebih tenang atau saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh untuk menyaksikan festival budaya yang meriah.

Galeri & Suasana

Eksplorasi Lanjutan

Cerita Terkait di KAB. SERANG

Taman Sari Foto: Google Maps Tempat Wisata

Taman Sari

Taman Sari: Oase Hijau dan Ruang Terbuka Publik di Jantung Serang, Banten Di tengah dinamika perkembangan Kota dan Kabupaten Serang, kebutuhan akan ruang terbu...

KAB. SERANG
2 min baca